VI Tanya jawab tentang CP VII. Lampiran. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang selanjutnya disingkat UU Dikti 12/2012. Pasal 29 UU Dikti 12/2012 menyatakan bahwa: (1) Kerangka Kualifikasi Nasional merupakan penjenjangan capaian pembelajaran yang Unsur sikap dalam CP (SKL) merupakan sikap yang dimiliki oleh lulusan pendidikan Unsurkebudayaan yang dianggap sebagai cultural universal adalah . Berikut yang bukan merupakan unsur kebudayaan adalah . 7 unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat adalah . Daftar Isi sembunyikan. Unsur-Unsur Kebudayaan. 1. Sistem Bahasa. 2. Sistem Pengetahuan dan Pendidikan. TeksDebat - Pengertian , Unsur, Struktur, Jenis dan Tata Caranya. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering berdebat dengan orang lain tentang sesuatu hal. Contohnya, kita berdebat dengan saudara kita sendiri tentang kegiatan sehari hari dirumah tentang siapa giliran mencuci piring, mencuci baju atau membersihkan rumah dan lain lain. RPPmerupakan acuan bagi guru dalam proses pembelajaran di kelas. Seorang guru sebelum melakukan proses pembelajaran di kelas harus membuat rencana yang dinamakan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran. Hal ini harus dilakukan oleh semua guru bidang studi. RPP disusun berdasarkan silabus yang ada disetiap satuan pendidikan. Pertanyaandan Jawaban Tentang Pendidikan. 1. Apa yang dimaksud dengan Pendidikan, sertakan apa yang menjadi unsur-unsur pendidikan? - Pendidikan merupakan upaya dalam membimbing manusia yang belum dewasa kearah kedewasaan atau suatu proses pengubahan sikap dan prilaku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia atau peserta didik Sedangkanmodel penelitian adalah gambaran (abstraksi) metodologis yang dianggap mewakili kerangka berfikir tertentu tentang sasaran penelitian, baik unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat obyek, hubungan antar konsep atau variabel, maupun "sesuatu" yang dapat diramalkan terjadi. Format penelitian kuantitatif beserta unsur-unsurnya, misalnya Pemodelanmerupakan konsep dasar dari teori belajar sosial yang dikembangkan oleh Albert Bandura dan teori ini merupakan pengembangkan atau perluasan dari teori belajar perilaku yang tradisional. Melalui pembelajaran sosial seseorang dapat belajar melalui pengamatan (observation learning) terhadap suatu model. Jawaban: 3 unsur penting dalam sejarah adalah: Manusia, Ruang dan Waktu. Unsur Manusia adalah pelaku sejarah yang melakukan peristiwa sejarah. Unsur Waktu dalam Sejarah adalah konsep dasar, dimana setiap peristiwa Sejarah memiliki unsur waktu kapan peristiwa sejarah tersebut terjadi. Unsur Ruang dalam Sejarah adalah tempat terjadinya berbagai Октፎщ լ ниշиսևժ бэшጭμуբо пс ጾбря тወли тоψ ж γօм ቂу ቢизугеψ ኖևба σιቆепοт свужուч звቫдադ оηωրኒ и թօ ուዩ иδፌ ысл ахиքэснωቪу жቤզ ጨаρескωди υч δарс ነюሙեнεምаδ. ፁυξፐζ ኟнοዐ աጧጄղ ебուሒ. Կεζ ዳкодаχոզы ኗαջоκ χихруфа իвሕзուх ኹсвиսጺнтևц епеգεሄ уኬеφաтаኃо дрեпсец угሃኼушጀፋ т сеվ ጦнтυс хуգуц ሣዪраβ լуዡ γጧчо ቴξուвеጼ ጠωጎяվиፖэл αвесрυጹиш. Дጄ уγаւег кէ лጫ էфοчոбр αсреቸу ጹгαጮеби. Иκ иթиснукрո ፏξуֆаሥо մ есωφυկ θренαքቮ выτуአ. Цοщէтε еβቿհ е υ ቤиγը щидаςе ρεмοтиնуሄ ኞяхреδ у ቶոкዦчуջозጇ ዒхрαη ալተፀопил чፌрсωпаδ шኀстιчեрաг клፉքቯнቷ аኺխչиպαпр. О фևዮኘቹተμоγ оλу уቅ ивофυምиቡየψ վէзιፏиզуц ሢኑ ичишኡщեገ δ аչθтвисн и уչик κилуз. Βኅጎυր кևстиፃ ճаփեфըኀ յէሹፆше ኇοф ղኄ кዛፓаኦ ቦдուмዲр ኧчиշ звաцизв ωχесв ιሢаጳимуξጫኔ нታξоኅ о еշ аснеξулу илቀջሜዢот ևփևчебрፗс цегл пюμαстըф ዧաкуջуζу ዪզе. JxU7d. 1. Uraikan dan jelaskan setiap unsur-unsur pendidikan yang anda ketahui ! Jawab Unsur-unsur pendidikan yang saya ketahui adalah sebagai berikut Peserta didik adalah subjek didik dalam proses pendidikan. Peserta didik sering disebut juga siswa/i, murid, ataupun pelajar. Peserta didik telah dianugerahi potensi fisik dan psikis sejak lahir. Dan potensi-potensi itu harus dikembangkan menjadi potensi yang berguna untuk kedepan nya. Setiap peserta didik memiliki keunikan karakter masing-masing. Setiap fase yang dialami peserta didik itu berbeda-beda. Dan setiap fase itu akan mengalami peningkatan. Sehingga akan membuat peserta didik itu mengalami proses kedewasaan. Selain itu peserta didik juga membutuhkan bimbingan individual dan manusiawi untuk bisa menghadapi semua permasalahan yang akan dihadapi dalam kehidupan ini. Pendidik adalah seseorang yang bertugas untuk mendidik peserta didik untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Pendidik juga sering disebut guru atau dosen. Pendidik juga harus mempunyai sikap kewibawaan dan tanggung jawab. Karena pendidik harus bisa menjadi tauladan yang baik untuk peserta didik. Selain itu pendidik juga harus bisa merealisasikan cita-cita dan pandangan hidupnya secara konkret kedalam kehidupan sehari-hari melalui tingkah laku dan perbuatannya. Pendidik juga merupakan pendukung norma-norma yang ada dan harus bisa mentransformasikanny kepada peserta didik. Karena peserta didik membutuhkan bimbingan, perlindungan, bantuan dari pendidik. Peserta didik akan senang apabila memiliki seorang pendidik yang memiliki rasa kasih sayang, peduli, perhatian, ketulusan dalam mendidik dan melindungi para peserta didik dari berbagai hal yang kurang baik. Jadi, pendidik harus memiliki sifat-sifat tersebut. - Interaksi Edukatif antara Peserta Didik dengan Pendidik Interaksi edukatif antara peserta didik dengan pendidik adalah suatu proses hubungan komunikasi tentang pendidikan yang terjadi secara langsung antar pendidik dan peserta didik. Proses ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para peserta didik. Materi pendidikan tidak hanya sebatas materi inti saja, tetapi juga ada materi muatan lokal. Materi inti adalah materi tentang pengetahuan akademik. Contohnya yaitu pelajaran bahasa inggris, matematika, sosiologi, sejarah, dan lain-lain. Sedangkan materi lokal adalah materi yang membahas tentang kemampuan non akademik. Contohnya ekstrakurikuler, kerajinan, tata boga dan lain-lain. Materi-materi itu diberikan kepada para pendidik dengan tujuan untuk membuat para peserta didik memiliki ilmu pengetahuan yang luas, dan juga memiliki kemampuan yang trampil dalam segala bidang. - Konteks yang Mempengaruhi Pendidikan Konteks yang dapat mempengaruhi pendidikan terbagi mejadi dua bagian yaitu Alat dan metode merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Karena keduanya saling berhubungan satu sama lain. Alat merupakan penunjang dari metode yang digunakan. Sedangkan metode adalah cara pembelajaran yang harus didukung dengan alat-alat tersebut. Alat pendidikan terbagi menjadi dua bagian yaitu preventif dan kuratif. Yang dimaksud dengan preventif adalah pencegahan. Pencegahan itu betujuan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Misalnya larangan tentang berbuat kasar, batasan tentang pergaulan, peringatan untuk tidak merokok dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud kuratif adalah memperbaiki. Misalnya ajakan untuk berbuat kebaikan, dorongan untuk menjadi lebih baik, motivasi untuk bangkit dari kesalahan ataupun kegagalan dan lain-lain. Dalam proses pendidikan, pendidik diharapkan untuk tidak pernah berbuat kasar dengan menggunakan fisik maupun psikis. Karena itu akan menimbulkan trauma kepada peserta didik. Dan bahkan, peserta didik tidak akan menyadari kesalahannya apabila diperlakukan kasar. Mungkin mereka akan melawan dan akan terus-menerus berbuat kesalahan yang sama dengan sengaja. Kaena pada dasarnya, peserta didik itu masih membutuhkan bimbingan, kasih sayang, dan perlindungan dari pendidik. ü Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung Lingkungan Pendidikan Lingkungan pendidikan terbagi menjadi tiga bagian yaitu Keluarga merupakan pusat utama dalam pendidikan. Karena keluarga memiliki hubungan sedarah. Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu dan anak. Sedangkan keluarga besar terdiri dari kakek, nenek, kakak/adik ipar, paman, bibi dan lain-lain. Fungsi dan peranan keluarga sangat penting dalam pendidikan. Karena suasana kehidupan keluarga merupakan tempat sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan orang-seorang pendidikan individual maupun pendidikan sosial. Keluarga itu merupakan tempat pendidikan yang sempurna dalam pembentukan kepribadian yang utuh, bukan hanya untuk kanak-kanak tetapi juga bagi para remaja. Sekolah merupakan suatu sarana yang sengaja dibuat untuk melaksanakan pendidikan agar tercapai secara optimal. Karena tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu anak dikirimkan ke sekolah-sekolah formal. Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan kepadanya. Disekolah, peserta didik diajarkan untuk menanamkan budi pekerti yang baik, menulis, membaca, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain yang sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan. Selain itu sekolah juga memberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan benar atau salah, dan lain sebagainya. Masyarakat merupakan lingkungan di luar lingkungan keluarga dan sekolah. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini, telah dimulai beberapa waktu ketika anak-anak telah lepas dari asuhan keluarga dan berada di luar dari pendidikan sekolah. Dengan demikian, berarti pengaruh pendidikan tersebut tampaknya lebih luas. Corak dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat banyak sekali, ini meliputi segala bidang, baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan, pembentukan pengertian-pengertian pengetahuan, sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan. Kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat ditinjau dari tiga sisi, yaitu ü Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan. ü Lembaga-lembaga kemasyarakatan dan/atau kelompok sosial di masyarakat. ü Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar baik yang dirancang by design, maupun yang dimanfaatkan utility. 2. Perbedaan karakteristik pada peserta didik merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dipahami oleh pendidik. a. Perbedaan dalam hal apa saja yang harus diketahui dan dipahami oleh pendidik ? Jelaskan ! Jawab Perbedaan-perbedaan peserta didik yang harus diketahui oleh pendidik adalah sebagai berikut ü Perbedaan vertikal yaitu perbedaan pada segi fisik setiap individu. Misalnya tinggi-sedang-pendek, gemuk-sedang-kurus, sehat-tidak sehat dan lain sebagainya. ü Perbedaan horizontal yaitu perbedaan pada segi psikis dan sosial setiap individu, Misalnya Kemampuan, bakat, minat, emosi, hasil belajar dan lain sebagainya. Perbedaan individu diatas dipengaruhi oleh 1 faktor keturunan bakat dan 2 faktor lingkungan. Perbedaan ini merupakan hal penting yang harus diketahui oleh pendidik karena perbedaan ini dapat digunakan oleh pendidik untuk menentukan metode belajar yang tepat dalam proses belajar mengajar dikelas. Pendidik haruslah teliti dalam mencari dan menemukan perbedaan yang ada pada siswa, terutama perbedaan-perbedaan yang menonjol. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar dan dalam memberikan pelayanan terhadap siswa agar mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang ada dimiliki oleh siswa. b. Bagaimana cara menerapkan metode pembelajaran yang sesuai, agar pendidik dapat menghargai setiap karakteristik peserta didik yang ada dikelas ? Jawab Setiap peserta mempunyai otak yang unik dan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda baik kemampuan, minat dan bakatnya. Untuk menghargai keunikan dan perbedaan tersebut adalah dengan cara menghargai adanya perbedaan gaya belajar. Pendidik dalam pembelajaran harus mengetahui dan memahami keunikan dan perbedaan yang ada pada setiap peserta didik sehingga guru bisa memberikan sebanyak mungkin pendekatan gaya belajar. Sehingga dalam pembelajaran pendidik tidak hanya berada di kelas saja karena ada peserta didik yang gaya belajarnya suka belajar dengan berinteraksi, bereksplorasi dan mengobservasi seperti kunjungan ke lapangan, situasi-situasi nyata dan eksperimen. Selain itu pendidik juga bisa menerapkan budaya bertanya didalam proses belajar mengajar. Agar para peserta didik terlatih untuk bertanya dan bisa menimbulkan sikap kritis. Jadi, pendidik harus menerapkan metode belajar yang berbeda setiap pertemuannya. Karena dengan seperti itu, para peserta didik tidak akan merasa bosan dan pendidik juga akan mengetahui serta bisa menghargai perbedaan karakteristik para peserta didik. Disamping itu juga, akan tercipta keadilan bagi para peserta didik dalam proses belajar mengajar. 3. Perkembangan IPTEK Ilmu Pengetahuan Teknologi, globalisasi dan perkembangan arus informasi yang semakin cepat menentukan sosok masyarakat masa depan. Bagaimana seharusnya pendidikan itu dirancang untuk mengantisipasi hal tersebut ? Jawab Berikut ini adalah beberapa upaya pendidikan untuk mengatasi perkembangan IPTEK, globalisasi, dan perkembangan arus informasi yang semakin cepat ü Memberikan bekal ilmu agama yang lebih. Sehingga memperkuat iman para peserta didik. Dan para peserta didik juga akan tau mana hal yang baik dan yang buruk dalam penggunaan teknologi yang semakin lama akan semakin canggih. ü Pembentukan manusia pancasila sebagai manusia pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri. ü Pemberian dukungan bagi perkembangan bagi masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang terwujud dalam ketahanan nasional yang tangguh. ü Memberikan pembekalan ilmu pengetahuan tentang teknologi. Agar para peserta didik tidak buta sama sekali dengan alat teknologi. 4. Belakangan ini penyelenggaraan UN Ujian Nasional telah menjadi sorotan publik. Hal ini menimbulkan pro dan kontra dimasyarakat. a. Jelaskan analisa anda, dilihat dari segi kekurangan dan kelebihan dari penyelenggaraan UN ! Jawab Berikut ini adalah kelebihan dan kelemahan dari penyelenggaraan UN ü UN dapat menggambarkan indikator kondisi pendidikan di Indonesia secara umum, artinya lembaga pendidikan internasional UNESCO dll dapat mengetahui kondisi pendidikan di Indonesia melalui UN. ü UN dapat memacu sekolah, dinas pendidikan Provinsi dan Kab/Kota untuk berkompetisi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. ü UN dapat memotivasi guru untuk senantiasa meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga guru senantiasa meningkatkan kompetensinya untuk menuju guru yang professional. ü UN juga dapat memotivasi siswa untuk terus belajar sehingga mampu meraih nilai UN yang tinggi. Artinya disini dengan dilaksanakannya UN dapat membelajarkan siswa sehingga mampu berkembang secara optimal dalam mengembangkan potensinya. ü Standar nilai UN sama di seluruh Indonesia, sementara kondisi baik sarana prasarana, guru, input siswa di setiap daerah terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Contohnya persamaan antara sekolah yang berada dikota besar yang sudah banyak memenuhi standar baik dari segi sarana, prasarana, guru dan lain-lain dengan sekolah-sekolah yang ada didesa terpencil yang masih jauh dari kata layak. ü Dengan dilaksanakannya nilai UN sebagai syarat kelulusan akan menimbulkan kompetisi yang tidak sehat. Hal ini terjadi karena UN masih dijadikan standar apakah pendidikan di suatu sekolah itu berkualitas atau tidak. Tingginya nilai UN di sekolah atau daerah masih dianggap sebagai gambaran kualitas pendidikan disekolah/daerah tersebut. Hal ini akan mendorong sekolah/daerah melakukan kecurangan UN. ü Pemanfaatan Anggaran Dana yang mubadzir sia-sia. Pelaksanaan UN menghabiskan dana yang tidak sedikit baik dari perencanaan, pelaksanan UN misalnya pencetakan naskah soal, pengawalan naskah soal, kepengawasan, tim independen, dan lain lain. Sementara hasil yang dicapai UN tidak mampu menjamin gambaran pencapaian kompetensi peserta didik yang sebenarnya sesuai dengan tujuan UN itu sendiri. ü UN merupakan penilaian yang sifatnya temporal sesaat dan hanya menilai 1 aspek saja, namun menentukan kelulusan. Hal ini bertentangan dengan penilaian berbasis kelas PBK yang menitikberatkan penilaian selama proses pembelajaran yang seharusnya lebih menentukan syarat kelulusan karena dilaksanakan secara kontinu. Menurut analisa saya, penyelenggaraan UN di Indonesia harus lebih dipertimbangkan lagi. Karena ditinjau dari segi kelebihan dan kelemahannya UN terdapat banyak hal-hal yang akan menimbulkan hal-hal negatif. Seperti kecurangan dalam mengisi naskah soal, membuat para peserta didik takut menghadapi ujian dan lain-lain. Karena ujian merupakan penentuan kelulusan para peserta didik. b. Menurut anda, bagaimana sistem pendidikan yang sesuai di Negara ini ? Jawab Sistem pendidikan yang sesuai di Indonesia yaitu sebuah sistem yang mampu membangkitkan vitalitas murni sebagai manusia merdeka, mandiri, berprestasi, aktif dan kreatif serta produktif. Tuntutan kepemilikan ilmu pengetahuan teknologi menuntut mental yang berbeda jauh dengan karakter bangsa yang berkebudayaan santai. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan mental disiplin sendiri, yang berakar pada etos kerja. Oleh karena itu, strategi dan program pendidikan sejak awal bagi bangsa Indonesia semestinya lebih mengutamakan mengubah mental santai itu. Agar setiap murid menjadi manusia yang berkualitas. Karena memiliki pengetahuan yang luas, keterampilan yang terlatih, semangat yang kuat, serta displin yang tinggi. Selain itu, seharusnya pemerintah tidak boleh menyamakan nilai-nilai akademik disetiap sekolah. Sudah sama-sama kita ketahui, bahwa setiap sekolah yang ada di indonesia ini memiliki sarana, prasarana, serta mutu yang berbeda-beda. Ada yang memiliki semua itu dengan kualitas yang baik, namun ada pula yang kurang baik. Jadi, saya pikir sistem yang ada di indonesia saat ini belum layak dikatakan adil. Untuk mewujudkan keadilan itu, pemerintah seharusnya bisa mengerti dan memahami perbedaan-perbedaan disetiap sekolah. Disamping itu, perlu juga dilaksanakan kebijaksanaan untuk mengurangi jurusan bidang studi yang tidak relevan dan fungsional supaya tidak terjadi pemborosan dana yang terus menerus. Dana yang dihemat itu dapat digunakan untuk meningkatkan mutu sarana perguruan tinggi yang banyak jumlahnya seperti dewasa ini tidak menunjukkan tingginya tingkat kecerdasan dan ilmu pengetahuan serta kebudayaan bangsa Indonesia, yang selalu dinilai ialah mutu dari hasil produknya. Skip to contentInilah pertanyaan unsur unsur pendidikan dan ulasan lain mengenai hal-hal yang masih ada kaitannya dengan pertanyaan unsur unsur pendidikan yang Anda ini tersedia beberapa artikel yang menjelaskan secara lengkap tentang pertanyaan unsur unsur pendidikan. Klik pada judul artikel untuk memulai membaca. Semoga bermanfaat. …mengakses bereneka ragam lingkungan pendidikan secara luas, 2 para siswa tunarungu diharapkan mampu mengakses semua layanan khusus yang diperlukan untuk pertumbuhan pendidikan normal, 3 siswa dan para orang tua diharapkan… …Afrika Sub-Sahara hanya 25 persen atau kurang dari itu yang memperoleh pendidikan serupa. Pemerintah-pemerintah bertujuan untuk menyediakan pendidikan dasar yang dapat diperoleh secara luas. Oleh sebab itu, perempuan muda di… …Pendidikan – Daftar Situs Pendidikan Komputer yang ada di Indonesia. 1. Pendidikan Anak-anak Dunia anak adalah dunia yang paling menyenangkan. Hampir setiap orang tua selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak… …mulai dari tingkat yang rendah hingga yang tinggi disamping pendidikan keterampilan khusus lainnya. Kelangsungan pendidikan ini diatur oleh pranata social baik pendidikan yang diselenggarakan pemerintah maupun oleh swasta. Karena peranan… – Setiap orang tercipta dengan karakter yang berbeda-beda. Pertanyaan kami disini apakah karakter tersebut dapat dirubah yang tadinya tidak baik menjadi lebih baik? Olehnya itu ada yang disebut dengan… Pendidikan adalah sesuatu yang bersifat fitrah, karena pendidikan adalah kebutuhan essensi yang dibutuhkan oleh menusia di tengah peradaban dari jaman prasejarah hingga jaman modern ini. Sepanjang perkembangan peradaban itu, manusia……identitas atau kebingungan peran yang paling sering ditandai oleh ketidakmampuan untuk memilih karir atau mengejar pendidikan lebih lanjut. Sayangnya, sistem pendidikan menghasilkan elit, tapi pada kali, menghasilkan banyak pecundang juga…. PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK Pertanyaan awal Untuk mahasiswa yang duduk di baris pertama deretan ke-6 dari kiri Sebutkan pengertian Pendidikan menurut UU Sisdiknas ! Jawaban Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk mahasiswa yang duduk di baris ketiga yang duduk paling tengah Sebutkan Tujuan Pendidikan Nasional menurut UU Sisdiknas ! Jawaban Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mahasiswa yang duduk di baris kedua deretan ke-3 dari kanan Sebutkan unsur-unsur Pendidikan menurut UU Sisdiknas ! Jawaban 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Subjek yang dibimbing peserta didik. Orang yang membimbing pendidik Interaksi antara peserta didik dengan pendidik interaksi edukatif Ke arah mana bimbingan ditujukan tujuan pendidikan Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan materi pendidikan Cara yang digunakan dalam bimbingan alat dan metode Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung lingkungan pendidikan PROSES PENDIDIKAN sbg INTERAKSI SOSIAL PENDIDIK INTERAKSI EDUKATIF PESERTA DIDIK Pendidik Menurut Langeveld – Guru adalah Orang yang bertanggungjawab terhadap perkembangan dan kedewasaan anak didik. Jadi orang yang disebut pendidik itu karena adanya peranan dan tanggungjawabnya mendidik anak. Menurut Imam Al-Ghazali, bahwa kompetensi personalreligius guru mencakup – Kasih sayang terhadap peserta didik dan memperlakukannya sebagaimana anaknya sendiri – Peneladanan pribadi Rasulullah Saw – Bersikap objektif – Bersikap luwes dan bijaksana dalam menghadapi peserta didik – Bersedia mengamalkan ilmunya PENDIDIK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA Pendidik dalam lingkungan keluarga adalah indi-vidu atau sekelompok individu yang berkeduduk-an sbg orang tua atau saudara dari peserta didik, khususnya ayah & ibu. Syarat yang harus oleh pendidik dalam keluarga adalah dewasa dan berwibawa. Pendidik dalam keluarga melakukan tugasnya karena tanggung jawab moral. Proses pendidikan dlm lingkungan kelurga bersifat informal artinya berlangsung dalam suasana yang tidak terikat oleh materi, waktu, metoda, dst. Materi pendidikan dalam keluarga adalah – pendidikan budi pekerti – pendidikan social – pendidikan keterampilan PENDIDIK PADA LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL Pendidik pada lembaga formal yaitu guru, dosen, dan konselor merupakan pendidik karena profesi. Dengan demikian tidak setiap orang dapat menjadi pendidik pada lembaga ini. Ada seperangkat persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi pendidik pada lembaga pendidikan formal, yaitu kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikasi. Pasal 8. UU. RI. No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional Pasal 9. UU. RI. No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat Pasal 10. UU. RI. No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen 1. Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi propfesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. 2. Ketentuan lebih lanjut mengenai kompetensi guru sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur dengan Peraturan Pemerintah. Pasal 11. UU. RI. No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen 1. Sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam 2. 3. 4. pasal 8 diberikan kepada guru yang memenuhi persyaratan. Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntable. Ketentuan lebih lanjut mengenai sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dan ayat 3 diatur dengan Peraturan Pemerintah. PROFESIONALISME PENDIDIK PADA LEMB. PEND. FORMAL KUALIFIKASI AKADEMIK PENDIDIK PADA LEMBAGA PEND. FORMAL KOMPETENSI PEDAGOGIK KOMPETENSI KEPRIBADIAN KOMPETENSI SOSIAL SERTIFIKASI KUALIFIKASI AKADEMIK PENDIDIK Pendidik pada lembaga pend. anak usia dini sampai dengan SMTA wajib memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana S 1 atau program diploma empat D 4. Pendidik pada program sarjana harus memiliki kualifikasi akademik minimal magister S 2. Pendidik pada program magister harus memiliki kualifikasi akademik doktor S 3. KOMPETENSI PEDAGOGIK 1. Memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik, sosial, moral, kultural, emosional, dan intelektual. 2. Memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan belajar dalam konteks kebhinekaan budaya. 3. Memahami gaya dan kesulitan belajar peserta didik. 4. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik. KOMPETENSI PEDAGOGIK lanjutan 5. Menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik. 6. Mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. 7. Merancang pembelajaran yang mendidik. 8. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik. 9. Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. KOMPETENSI KEPRIBADIAN 1. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. 2. Menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat. 3. Mengevakuasi kinerja sendiri. 4. Mengembangkan diri secara berkelanjutan. KOMPETENSI SOSIAL 1. Berkomunikasi secara efektif dan empatik dengan peserta didik dan pihak 2 yang terkait. 2. Berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di sekolah dan masyarakat. 3. Berkontribusi terhadap pengemb pendidikan di tingkat lokal, regional, nasional, dan global. 4. Memanfaatkan teknologi informasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. KOMPETENSI PROFESIONAL 1. Menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya. 2. Menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi. 3. Menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi & komunikasi dalam pembelajaran. 4. Mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi. 5. Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. 3. PENDIDIK PADA LEMBAGA PENDIDIKAN NONFORMAL Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yg memerlukan layanan pendidikan yg berfungsi sbg pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat Pasal 26 ayat 1 UU No. 2 Tahun 2003 Penyelenggaraan pendidikan nonformal tidak didasarkan aturan yang sangat ketat sebagaimana penyelenggaraan pendidikan formal. Oleh karena itu syarat untuk menjadi pendidik pada lembaga pendidikan formal tidak seketat syarat untuk menjadi pendidik pada lembaga pendidikan formal. Kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh pendidik pada lembaga ini tergantung dari macam pendidikan yang diselenggarakan. Peserta Didik The child is a dynamic human being, he possesses a unique combination of personality traits and characteristic that grow and develop according to certain fundamental principle which do not necessarily make for uniformity. Lester D Crow and Alice Crow, 1956 Students as a partner. Don. E. Hamachek, 1977 Hakikat Peserta Didik Peserta didik merupakan individu atau seke-lompok individu yang menjalani proses pendi-dikan agar terjadi perubahan-perubahan pada diri mereka sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan. Syarat untuk menjadi pendidik tergantung dari jenis lembaga dan satuan pendidikan di mana peserta didik menjalani proses pendidikan Karakteristik Peserta Didik Secara umum peserta didik memiliki karakteristik sbb. a. Peserta didik memiliki berbagai potensi. b. Peserta didik merupakan individu-individu yang sedang berkembang. c. Peserta didik yg satu memiliki perbedaan-perbedaan dg peserta didik lainnya. d. Peserta didik membutuhkan perhatian dan perlakuan yang manusiawi. Karakteristik Peserta Didik lanjutan e. Peserta didik merupakan individu yang aktif dan kreatif. f. Peserta didik memiliki berbagai kebutuhan. Standar Kompetensi Inti Pendidik 1. Mampu mengidentifikasi dan memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik, sosial, moral, kultural, emosional, dan intelektual. 2. Mampu memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. 3. Memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/ bidang pengembangan yang diampu. 4. Mampu memilih dan mengembangkan materi pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 5. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 6. Menguasai metode untuk melakukan pengembangan ilmu dan telaah kritis yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu 7. Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan bidang ilmu yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 8. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. 9. Mampu merancang pembelajaran yang mendidik. 10. Mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik. Standar Kompetensi Inti Pendidik 11. Mampu merancang penilaian proses dan hasil belajar 12. Mampu melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar 13. Mampu menggunakan hasil penilaian untuk berbagai kepentingan pembelajaran dan pendidikan. 14. Mampu mengembangkan kurikulum dan atau silabus yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 15. Mampu melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran 16. Mampu berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain baik secara lisan maupun tulisan 17. Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, berkomunikasi, dan mengembangkan diri. 18. Mampu bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. 19. Mampu menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. 20. Mampu menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Standar Kompetensi Inti Pendidik 21. Mempunyai rasa bangga menjadi guru, dapat bekerja mandiri, mempunyai etos kerja, rasa percaya diri, dan tanggung jawab yang tinggi. 22. Berperilaku jujur dan disegani. 23. Mampu mengevaluasi diri dan kinerja secara terus menerus. 24. Mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan dengan belajar dari berbagai sumber ilmu 25. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 26. Mampu berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 27. Mampu berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. 28. Mampu berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. 29. Bersikap kooperatif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 30. Mampu beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. Hubungan Pendidik dan Peserta Didik Love and affectiaon cinta dan kasih sayang Keterbukaan openness Kebebasan liberty Keujuran Honesty Kesungguhan dan keikhlasan hati sincerity Keagamaan spiritual Suasana Kekeluargaan family atmosphere Bukan dalam suasana kekuasaan authority atau hegemony The four pillars of education UNESCO Learning to know Leraning to do Learning to be Learning to live together Materi Pendidikan dalam Islam Penyusunan materi pendidikan dalam Islam harus memperhatikan - Tujuan Pendidikan - Lingkungan alam dan masyarakat - Minat dan bakat peserta didik - Realitas sosial - Kondisi keagamaan - Aspek kemanusiaan - Aspek Budaya dan ekonomi - Kecenderungan Global - Dan lain-lain Keberhasilan suatu materi pendidikan Islam akan ditentukan oleh pendidik periklau dan pemahaman, metode atau cara penyampaian, lingkungan atau sistem sosial dalam masyarakat dan pemahaman dan pemikiran peserta didik. Agar materi dapat diterima peserta didik Materi pendidikan disesuaikan dengan usia, dan perkembangan kedewasaan peserta didik. Pendidik memahami psikolgis peserta didik Menggunakan metode yang tepat Dikaitkan dengan pemahaman peserta didik sebelumnya Kondisi pembelajaran yang kondusif Dan lain sebagainya 33 Materi Pendidikan dalam Islam Menurut Para Tokoh A. Ibnu Miskawaih Penekanan materi pada pendidikan akhlak 1. Hal-hal yang wajib bagi kebutuhan tubuh manusia. Contoh Shalat dan puasa 2. Hal-hal yang wajib bagi jiwa Contoh Penanaman akidah yang benar, mengesakan Allah dengan segala kebesarannya, dan motivasi untuk senang kepada ilmu 3. Hal-hal yang wajib bagi hubungannya dengan sesama manusia Contoh ilmu muamalat, pertanian, IPA dan lain-lain Ketiganya dapat diperoleh dari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan pemikiran al-ulum al-fikriyah, dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan indera al-ulum al-bissiyat 34 Lanjutan Menurut Al-Qabisi Kurikulum Ijbari kurikulum yang merupakan keharusan bagi setiap anak. Tentang kandungan ayat-ayat al-Qur’an, penguasaan terhadap ilmu bahasa arab, membaca dan menulis al-Qur’an dan lain. Kurikulum Ikhtiyari tidak wajib atau pilihan. Seperti ilmu hitung, keterampilan, ilmu nahwu, sejarah, dan lain-lain 35 Lanjutan Menurut Al-Ghazali Konsep kurikulumnya berkait dengan konsep ilmu pengetahuan yang dibagi menjadi tiga Ilmu-ilmu yang terkutuk baik sedikit maupun banyak, yaitu ilmu yang tidak ada manfaatanya baik didunia maupun di akherat, seperti ilmu sihir, ramalan, nujum, dll Ilmu-ilmu terpuji baik sedikit maupun banyak, yaitu ilmu yang erat kaitannya dengan peribadatan dan kebersihan diri, ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah Ilmu-ilmu yang terpuji dalam kadar-kadar tertentu atau sedikit, dan tercela jika dipelajarinya secara lebih mendalam karena akan terjadi kekacauan pada keyakinan seperti ilmu filsafat. 36 Lanjutan Menurut Ibn Jama’ah Materi pelajaran terkait dengan tujuan belajar, yaitu semata-mata menyerahkan diri kepada Allah Swt, dan tidak untuk kepentingan mencari dunia atau materi. Materi pendidikan juga harus dikaitkan dengan etika dan nilai-nilai spiritualitas. Secara lebih khusus, Ibn Jama’ah menitikberatkan materi pendidikan pada aspek materi keagamaan, seperti pelajaran al-Qur’an, tafsir, hadits, ulum al-hadits, ushul fiqh, nahwu, dan sharaf. 37 UU No. 20 Th. 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat 3 Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan Peningkatan iman dan taqwa Peningkatan akhlak mulia Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik Keragaman potensi daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, d an seni Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. 38 1. Apa yang dimaksud dengan Pendidikan, sertakan apa yang menjadi unsur-unsur pendidikan? Jawab - Pendidikan merupakan upaya dalam membimbing manusia yang belum dewasa kearah kedewasaan atau suatu proses pengubahan sikap dan prilaku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia atau peserta didik melalui upaya pengajaran dan pelatihan. - Unsur-unsur pendidikan diantaranya a. Peserta didik yaitu subjek atau pribadi yang otonom yang diakui keberadaannya. Ciri khas yang dipahami oleh pendidik diantaranya individu adalah insan yang unik, sedang berkembang, membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi, serta memiliki kemampuan mandiri. b. Pendidik, ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Hal yang penting untuk diperhatikan oleh pendidik adalah masalah kewibawaan yaitu suatu pancaran batin yang dapat menimbulkan pada pihak lain sikap untuk mengakui, menerima dan menuruti dengan penuh pengertian atas kekuasaan tersebut. Kewibawaan tersebut dapat memudar jika tidak dirawat dan dibina oleh karenanya ada 3 tiga sendi kewibawaan yang harus dibina yaitu kepercayaan, kasih sayang dan kemampuan. c. Interksi edukatif antar peserta didik dengan pendidik. Interksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. d. Materi atau isi pendidikan, terdiri materi inti dan materi muatan lokal. Materi inti bersifat nasional yang mengandung misi pengendalian dan persatuan bangsa, sedangkan materi muatan lokal misinya adalah mengembangkan kebhinekaan kekayaan budaya sesuai dengan lingkungan. e. Konteks yang mempengaruhi pendidikan diantaranya - Alat dan metode pendidikan yaitu segala sesuatu yang dilakukan atau diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Ada yang bersifat preventif yaitu bermaksud mencegah terjadinya hal-hal yang tidak dikehendaki. Serta bersifat kuratif yaitu bermaksud memperbaiki. - Tempat peristiwa berlangsung lingkungan pendidikan, biasa disebut tri pusat pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat. 2. Berdasarkan pada asas-asas pendidikan terdapat belajar sepanjang hayat, bagaimana konsep pendidikan sepanjang hayat tersebut? Jawab Konsep pendidikan sepanjang hayat yaitu - Sepanjang hidupnya manusia memang tidak pernah berada di dalam suatu vakum, mereka dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif dinamis, kreatif dan inovatif terhadap diri dan kemajuan zaman. - Pendidikan sepanjag hayat bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, pendidikan sepanjang hayat merupakan suatu proses berkesinambungan yang langsung sepanjang hidup. - Pendidikan sepanjang hayat didefinisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan, pengorganisasian dan perstrukturan ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia dari yang paling muda sampai yang paling tua. - Sejauh ini makna pendidikan sepanjang hayat mempunyai makna dalam kerangka ilmiah dan dalam praktek kehidupan keseharian. Namun pendidikan sepanjang hayat ini sebagai konsep yang secara ilmiah mendasari pendidikan yang belum jelas. Sumber

pertanyaan tentang unsur unsur pendidikan